Apa yang menjadi latar belakang berdirinya Dinasti Umayyah?

Diposting pada

Jawaban

Dinasti Umayyah merupakan salah satu dinasti Islam yang berdiri setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Dinasti ini berkuasa dari 661 hingga 750 M dan berpusat di Damaskus, Suriah. Latar belakang berdirinya Dinasti Umayyah adalah karena adanya perselisihan politik terkait kepemimpinan Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, dan kemenangan Umayyah dalam peperangan saudara-saudaranya, yaitu Bani Hasyim.

Penjelasan Lengkap

Pada tahun 632, Nabi Muhammad SAW meninggal dunia dan menyisakan situasi politik yang cukup panas. Pasalnya, beberapa pemimpin Muslim saat itu mengklaim diri sebagai khalifah, yaitu pengganti Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa kelompok yang bersaing untuk memperebutkan jabatan khalifah, yaitu suku Bani Hasyim, Bani Umayyah, dan beberapa kelompok lainnya.

Kelompok Bani Hasyim merupakan kelompok yang memiliki hubungan keluarga dengan Nabi. Oleh karena itu, mereka merasa memiliki hak untuk menjadi khalifah. Kelompok ini digawangi oleh Ali Bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, kelompok Bani Umayyah adalah kelompok yang memiliki basis kekuatan di Mekah dan merupakan saingan utama kelompok Bani Hasyim. Kelompok ini dipimpin oleh Utsman Bin Affan, yang kemudian menjadi khalifah pada tahun 644. Namun, kepemimpinan Utsman dianggap tidak adil oleh sebagian umat Islam, sehingga ia akhirnya dibunuh pada tahun 656.

Setelah Utsman meninggal, kelompok Bani Hasyim kembali mengklaim jabatan khalifah. Namun, hal ini ditentang oleh kelompok Bani Umayyah, yang kemudian melakukan upaya untuk merebut kekuasaan. Peperangan antara kedua kelompok ini berlangsung selama beberapa tahun dan akhirnya dimenangkan oleh kelompok Bani Umayyah.

Setelah memenangkan peperangan, kelompok Bani Umayyah mengangkat Muawiyah sebagai khalifah pertama dari dinasti mereka. Muawiyah merupakan salah satu pemimpin Bani Umayyah yang berhasil memimpin pasukan untuk merebut Syam (Suriah) dari kekuasaan Kekhalifahan Islam.

Dalam kepemimpinannya sebagai khalifah, Muawiyah berhasil menjadikan Dinasti Umayyah sebagai kekuatan besar dalam dunia Islam. Ia berhasil menundukkan beberapa wilayah di luar Arab, seperti Persia dan Mesir. Selain itu, ia juga membuka pintu perdagangan dengan bangsa Eropa dan India, sehingga memperluas jaringan perdagangan Islam.

Namun, kepemimpinan Dinasti Umayyah juga dikritik oleh sebagian umat Islam. Pasalnya, mereka menganggap bahwa Dinasti Umayyah lebih mementingkan kepentingan dinasti daripada kepentingan umat Islam. Tidak hanya itu, Dinasti Umayyah juga dianggap tidak menghargai hubungan keluarga dengan Nabi Muhammad SAW, sehingga membuat kelompok Bani Hasyim merasa tidak dihormati. Kritik-kritik inilah yang pada akhirnya menjadi penyebab runtuhnya Dinasti Umayyah pada tahun 750 M.

FAQs

1. Siapakah penguasa pertama Dinasti Umayyah?
Jawaban: Khalifah pertama dari Dinasti Umayyah adalah Muawiyah.

2. Mengapa Dinasti Umayyah dikritik oleh sebagian umat Islam?
Jawaban: Dinasti Umayyah dikritik karena dianggap lebih mementingkan kepentingan dinasti daripada kepentingan umat Islam dan tidak menghargai hubungan keluarga dengan Nabi Muhammad SAW.

3. Kapan Dinasti Umayyah runtuh?
Jawaban: Dinasti Umayyah runtuh pada tahun 750 M.

Kesimpulan

Dinasti Umayyah berdiri sebagai akibat perselisihan politik atas kepemimpinan Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kelompok Bani Umayyah berhasil mengalahkan kelompok saudaranya, yaitu Bani Hasyim, dan memimpin Dinasti Umayyah selama 90 tahun. Namun, kepemimpinan Dinasti Umayyah juga dikritik oleh sebagian umat Islam karena dianggap tidak menghargai hubungan keluarga dengan Nabi Muhammad SAW dan lebih mementingkan kepentingan dinasti daripada kepentingan umat Islam. Runtuhnya Dinasti Umayyah pada tahun 750 M dianggap sebagai akhir dari era kekhalifahan Islam awal dan menjadi awal dari berdirinya Dinasti Abbasiyah.